Memotret Dengan Kamera Digital Merupakan Seni Tersendiri

Home / Memotret Dengan Kamera Digital Merupakan Seni Tersendiri

Memotret Dengan Kamera Digital

Memotret dengan kamera digital bukanlah sebuah kegiatan sepele karena sejatinya ia termasuk salah satu seni tersendiri yang bisa dikuasai sampai menjadi pro. Kita sadar bahwasanya kegiatan memotret itu bukanlah hanya milik satu golongan seperti fotografer saja, melainkan orang awam pun boleh – boleh saja melakukannya.

Sebagai seorang amatiran pun masih cukup banyak mereka yang punya semangat menggebu ingin mengabadikan momen penting dalam hidupnya. Namun sayang sekali dewi fortuna belum berpihak kepada mereka, manakala keinginan besar tetapi kemampuan minim alias masih polos dan lugu seputar dunia fotografi.

Maka dari itu, jangan hanya mengandalkan semangat belaka apabila tidak siap menjadi bahan cibiran oleh komunitas fotografi se-Indonesia. Ada baiknya kita mawas diri dan mempelajari seluk beluk ilmu memotret dengan tekun baru kemudian memberanikan diri terjun ke lapangan membawa kamera DSLR mahal pembelian orangtua mu itu.

kamera murah juga bisa menghasilkan jepretan mewah

Satu hal yang menarik dari hasil jepretan fotografer abal – abal tersebut adalah fakta bahwa beberapa di antaranya cukup menarik dan punya nilai jual. Memang terlihat betul bahwasanya si pemotret masih belum paham dasar fotografi dengan baik, namun otodidak memang selalu seperti itu dalam bidang apapun.

Daripada anda merasa paling jago sehingga sisi senioritas meningkat dan jadi gatal ingin mencibir anak junior, tahan dulu sejenak. Lebih baik jadilah teladan dan menghargai usaha serta jerih payah mereka karena anda pun dulu pernah berada dalam titik tersebut.

Memotret Dengan Kamera Digital Ada Aturan Mainnya

Minimnya ilmu pengetahuan mengenai cara memotret dengan baik bisa saja meredupkan api semangat yang membakar diri para amatiran. Karena itu sebagai orang yang mengerti seluk beluk fotografi, sebaiknya kita memberikan dorongan agar mereka tidak segera patah semangat dan berjuang hingga bisa menjadi seorang profesional.

Belajar sambil melakukan adalah teknik paling baik dalam rangka ingin menguasai ilmu memotret. Hal ini juga berlaku secara khusus pada penggunaan memotret dengan kamera digital. Jauh lebih efektif daripada menjalani kelas yang kaku dan tidak dinamis seperti hal nya terjadi pada sekolahan negeri maupun swasta pada umumnya.

kamera digital simpel tapi tidak sepele

Meskipun harus mengakui bahwa penguasaan ilmu seputar potret memotret tidaklah menjadi perkara mudah, namun semua ada solusinya. Mempelajari sesuatu sembari mengerjakannya secara langsung tentu saja akan menjadi cepat terserap segala macam mata pelajaran apapun termasuk dalam hal fotografi.

Memahami ragam jenis kamera digital pun sudah menjadi pengetahuan dasar dan wajib kita ketahui karena pilihannya sangat beragam. Tidak usahlah kalian muluk – muluk membayangkan betapa kerennya memakai kamera berukuran besar dan peralatan rumit lainnya, lagipula harganya pun selangit.

Pahamilah satu hal terpenting dalam memotret, bahwasanya kita bisa mengabadikan gambar terbaik sekalipun dengan segala keterbatasan alat. Hal ini telah dibuktikan secara langsung oleh teman saya sendiri yang bahkan hanya memotret menggunakan kamera smartphone keluaran tahun kemarin.

Menjadi Mahir Ilmu Fotografi Apabila Belajar Sambil Praktek

Memotret dengan kamera digital sekali lagi saya tekankan tidak perlu terlalu mahal apalagi kebanyakan tombol yang malah membingungkan para pemula. Mulailah menekuni segala sesuatu dari level terbawah setahap demi setahap agar tidak ada ilmu yang terlewatkan dalam proses pemahamannya.

Ilmu – ilmu terapan seperti nalar memahami sudut pengambilan gambar, pencahayaan, serta etika dan persiapan jauh lebih penting dalam kegiatan memotret. Dengan kata lain, cukup modal beberapa juta rupiah saja sudah cukup untuk mengasah kemampuan anda kepada level tingkat lanjutan fotografi.

Menjadi Mahir Ilmu Fotografi Apabila Memotret Dengan Kamera Digital

Jadi mulai sekarang janganlah lagi beralasan bahwa hasil jepretan anda jelek karena minimnya peralatan dan perlengkapan. Lalu anda memfitnah orang lain bahwa hasil fotonya indah karena modal yang ia siapkan seharga Kawasaki Ninja, sehingga anda tidak bisa melampauinya.

Sungguh memalukan, karena kuncinya di sini adalah kegigihan dan ketekunan sampai saya berani berkata smartphone dapat mengalahkan kamera puluhan juta. Buktinya adalah kerabat saya yang berhasil memenangkan kontes foto bertema lingkungan padahal kameranya dari handphone bekas.

Mengapa ia bisa mengalahkan ribuan peserta lomba yang notabenenya pasti punya kelengkapan alat lebih muktahir dan tentunya mahal? Alasannya sudah jelas karena dedikasi mengalahkan segalanya, maka dari itu mulailah belajar sekarang juga dan jangan banyak beralasan lagi!

, , , , , , , , , , , , , ,

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *